Senin, 13 Desember 2010

Cerpen Uta As ni....(original edition)

Saat Cinta Merubah Semuanya
( Muhammad Ciputra) “uta as”
Sekilas tidak ada yang berbeda dari pemuda 18 tahun itu, namanya Rio Wirata, dia adalah anak dari pasangan ibu Ida Ari dan pak Rustoryo si pemilik kedai yang lumayan tenar di daerahnya. Rio kecil hidup dengan serba kecukupan, mangkanya gak heran kalau dia sedikit manja waktu kecil bahkan sampai besar pun sifat kekanak-kanaknnya kadang-kadang muncul. Dia sangat tergantung pada pemikirannya yang harus serba di turuti, mau ini mau itu haruslah kedua orang tuanya menuruti apa yang ia mau, dan terkadang ia meminta sesuatu agak sedikit aneh contohnya saja saat seorang petugas dari kelurahan dating menyambangi rumah Rio dan ia meminta agar seragam yang dikenakan oleh petugas itu di berikan kepada rio hingga rio memintanya sambil nangis dengan kerasnya, meskipun telah berulang kali ibunya melarangnya, tapi mau di apa namanya juga anak kecil kalo belum di turuti ya ga akan selesai urusan.
Walau berbeda dengan saudara-saudaranya yang lain seperti Ani, (kakak pertamanya), Rudi (adik laki-lakinya), oh iya mereka itu 3 bersaudara loowh, rio adalah anak yang hiper aktif sewaktu di sekolah dasar, bahkan saat beranjak ia di kelas 5 SD ia selalu saja mengusili teman-temannya, hingga ibunya rajin datang kesekolah ( karena di panggil wali kelasnya rio), karena kata wali kelasnya teman**nya merasa tidak nyaman lagi duduk dekat dengan rio karena kalau sedang usil enggak tanggung** gurunya diusili dan teman sebagkunya terkadang menjadi sasaran terkena marah oleh guru yang diusili oleh rio, mangkanya dia selalu berganti-ganti teman sebangku, apalagi kalau dia sudah mengusili teman** perempuannya, bisa di buat nangis oleh rio, keusilannya lama kelamaan membuatnya di jauhi oleh teman** satu kelasnya, bahkan ada cerita, waktu itu riri (teman perempuannya) saat membawa air minum kesekolah, rio jaili, air minumnya dicampuri cat air saat pelajaran kesenian, jelas saat riri tahu bahwa rio memjailinya, langsung ia melempari minumannya itu ke wajahnya rio, karena ia sangat kesal air yang ia bawa telah di jaili rio apalagi air itu telah di minumnya.
Saat keusilannya telah membuat resah (cie ileh kaya lagunya titi kamal aja “resah”) teman**nya, rio sampai di panggil oleh kepala sekolah dan di sidanglah (bahasa kerennya si gitu) dia, semua hal yang ia lakukan saat itu di pertanyakan oleh pak suhardi (bapak kepala sekolah yang sangat angker hehehe…), “rio, kenapa akhir** ini kamu sering membuat ulah mulai sering menjaili teman kamu ataupun membuat teman** kamu menjadi tidak nyaman saat dekat dengan kamu, bahkan bapak mendapat laporan kalau kamu juga sering melempar sesuatu ke guru yang sedang mengajar kamu, hingga guru itu marah dengan kamu, apa itu benar” ucapnya pak suhardi denga suara yang lantang. ‘’..mmmhhh iya pak maaf sa..sa..ya minta maaf” dengan air mata buayanya dan sedikit kaku, (ya maklum lah anak SD kalau di tegur dikit keluar air mata) “bukan bapak bermaksud memarahi kamu tetapi kamu selalu membuat KBM itu terganggu, “ (dengan suaranya yang sok..sok galak gitu deehh pak suhardi terus bertanya pada rio tentang kelakuannya yang membuat orang jengkel. Selesai di sidang oleh pak kepsek ia segera bergegas dari ruangan yang menurut dia sih setara sama bu’I, (yaa ,maklum anak baru kemarin ditegur sedikit lebay nyikapinnya). Memang setelah mendapat teguran pak kepsek ia ada sedikit perubahan terhadap sikap/perilakunya namun itu gak lama, namanya juga bocah badung (istilah anak zaman 2010 ini), tetap saja seminggu dari kejadian waktu ia di panggil oleh kepsek sikap/perilakunya kembali ke awal sikap usilnya maupun perilkakunya yang buat orang jengkel kembali berkeliaran di sekitar teman**nya hhheee lebay juga yah… , ya mungkin emang udah sikap aslinya dia seperti itu susah untuk di sembuhkan. Ya lama kelamaan sikapnya sama perilakunya menjadi gak asing setelah sekian lama(kaya lagunya ridho roma “sekian lama”) menggerayangi teman**nya. Dan tidak terasa ia beranjak ke kelas 6 SD dan tetap saja sikapnya yang usil tidak berubah sedikit pun. Saat salah satu temannya berkunjung ke rumah rio, rizha namanya, ia tidak sengaja melihat koleksi mainan rio sewaktu kecil dan dari situ ia selalu tertawa karena melihat mainan kecilnya yang rio pajang hingga ia beranjak saat itu. Dan saat rizha bertanya pada ibunya tentang perilaku dan sikapnya yang usil ibunya hanya menjawab “yah de itu mah bawaan kecil jadinya ibu juga ga tau harus gimana” dari situ rizha dan ibunya saling bercerita tentang sikap rio seperti apa. Namun setelah lama berbincang tentang rio akhirnya ia bergegas pulang tanpa pamit kepada rio karena rio sedang asik bermain playstation 2 kesayangannya. Selama diperjalan pulang rizha selalu terpikir akan sikapnya rio yang sebenarnya, ia tidak habis pikir ternyata anak seusil rio sewaktu kecil sangat manja dan kekanak**an banget. Semua file tentang rio di simpannya dan keesokan harinya diberitakanlah ke teman** satu kelasnya rio dan dari situ sikap dan sifat aslinya terbongkar, dan mualilah rio menjadi bahan tertawaan karena teman**nya selalu menyindir “haha anak manja juga..dasar anak manja…”” selalu ia di sindir-sindir hingga ia tidak berulah lagi di sekolanya. Hahahaha akhirnya insaf juga tuh anak… dari situ rio mulai berubah sedikit demi sedikit dan mulai membenahi diri dalam hal pelajaran.
Berlanjut pada saat ia di bangku SMP, ternyata rio sangat cerdas dan cekatan dalam mengerjakan soal-soal sekolah , bahkan teman SDnya yang satu sekolah waktu SD Edo namnya, tidak menyangka anak yang tadinya malas dan suka membuat onar ternyata jika belajar serius menjadi anak yang pintar juga, rio termasuk anak yang cerdas tidak salah ia masuk ke SMP terbaik di daerahnya, yah kepintarannya tertutupi saja dengan tingkah laku dia yang dulu usil. Tapi semenjak ia selalu di sindir oleh teman** SDnya sewaktu di sekolah dasar rio seperti anak yang tersentak hatinya, mungkin waktu itu ia terintrofeksi diri oleh ucapan dan sindiran teman**nya mangkanya ia menjdai tekun, bahkan sewaktu kelas 6 SD ia mendapat peringkat 5 besar ( yaa meski ke 5 ), dan teman**nya sedikit terkejut akan pencapaian yang di peroleh oleh seorang anak usil dan menjengkelkan. Namun yang lalu byar lah berlalu sekrang ia menjadi murid kebanggaan sekolahnya SMPN 1 SIMPANGSARI, Langgiri, Jawa Tengah. Ia selalu menjadi panutan oleh teman**nya sewaktu di SMP.
Namun kepintaran ia di SMA tidak begitu menonjol seperti SMP, coba saja saat beranjak ke Sekolah Menengah Atas ia tidak serajin, [namun tetep cerdas] sewaktu ia di SMP, ya mungkin menurun di sebabkan factor** X. contohnya saja saat ia dibangku kelas 3 SMP ia mulai mengenal lawan jenisnya, maklum lah masa-masa puber. Kaum hawa begitu menarik jika dipandangnya. Sedikit demi sedikit ia mulai didekati dan mendekati kaum hawa, contohnya saja Vivi teman satu kelasnya waktu SMP menjadi teman akrab (yaa semacem PDKT gitu deeehhh) pulang sekolah maupun saat waktu istirahat mereka selalu bersama. ( ehm..ehm..) berawal dari Vivi ingin memperbaiki nilai biologinya ia meminta rio agar mau membantunya untuk bisa menguasai pelajaran biologi ( kan ceritanya rio ini pintar juga biologi). Ya siapa yang bakal nolak kalau yang meminta belajar tambahan itu cewek yang popular gitu deh di sekolahnya. Memang awalnya mereka saling mengisi tentang kekurangan dalam hal mata pelajaran tapi lama ke.
lamaan vivi merasa ada yang beda tentang Feel nya..( hhaahaa sok pke b.inggris padahal mah ga becus  ) vivi menjadi suka salah tingkah dan agak sedikit kaku kalau ia berhadapan dan berbicara pada rio. Hari demi hari mereka selalu mengisi tentang kekurangannya dalam hal pelajran itu, namun lama kelamaan namanya juga masa puber kali ya rio mulai ngerasain hal yg berbeda seperti perasaan yang dirasain oleh vivi, mereka sejak itu untuk mengobrol aja seolah** menjadi kaku dan agak sulit, topik yang mau di bahas pun seolah hilang karena sebab oleh perasaan yang mereka rasain masing**. Setelah satu mere berdua ngerasain perasaan yang baru dan buat mereka berbunga bunga hatinya, rio mulai tahu bahwa apa yang ia rasain itu akibat efek dari masa puber. Dan mualilah rio mempelajari tentang perasaannya itu ( beeuuhh sombong… mentang-mentang jatuh cinta yang di pelajari cinta..cinta,,cinta mulu) maklum lah jika setelah ia di bangku SMA daya pikirnya menjadi sedikit berkendur. Kembali ke cerita waktu SMP. Setelah satu bulan mereka rasain yang namanya C.I.N.T.A dan dari situ mereka menjadi akrab dan sering berdua hingga kedua orang tua mereka masing ** kenal (misalkan rio kenal sama orangtuanya vivid an sebaliknya) rio mulai berani buat ungkapin perasaanya, awalnya sih rio CURHAT dulu sama teman deketnya (ari). Ari ini teman sebangkunya rio dari kelas 1-3 SMP maklum lah kalu mereka akrab. Sewaktu rio cerita tentang perasaanya ke vivi ari sedikit menganggapnya main**. “ hahaha apaan io ? lw jatuh cinta” ucapnya ari sambil tertawa dan sedikit heran dan ga percaya, “ lo bilang lo suka ma vivi, pantesan aja lo akhir** ni suka senyam senyum sendiri, belajar suka bengong, dan sering berduaan sama vivi, jadi lo itu lagi jatuh cinta, hahahaha…” rio pun merasa, (kalau jaman sekarang sih bilangnya BETE) berucap “ahhh ga seru lo, gue cerita malah lo ketawain lah, lo ledek lah, orang mah bantu temen lo lagi kebingungan” ucapnya dengan nada yang bête. Akhirnya ari pun mulai serius menanggapi cerita yang di tuturkan oleh rio. Dan mulailah ari membantu rio dalam mendapatkan hatinya vivi.
Sewaktu vivi sedang dengan rio ia berkata “ io gue mau nyari 1001 soal biologi, kira** yang bagus apa yah” tanyanya pada rio. “ohh yang bagus itu karangan Dr Uta As vi” jawabnya. Mendengar pertanyaan itu rio pun menjadi punya akal “ohh iya ni vi gue pengen nyari buku fisika juga ni (speak..speak.. padahal mah gak ada sebelumnya rencana mau beli buku fisika) kalau ga keberatan bareng aja yuk belinya..”. vivi said : “yaudah kalu gitu pulang sekolah aku tungguin di depan bahu jalan..”. rio said : “ apa vi ‘aku’ “. Vivi said : “ eh salah maksud gue itu, gue io (sambil salting dan kaku) hehehe” . samapailah mereka membeli buku yang di cari, entah lupa atau memang ingin mencari alasan supaya bisa jalan sama vivi hingga ia tidak membawa uang untuk membeli buku rio mencari cari alasan untuk tidak jadi membeli buku yang ia maksud. “maaf vi gue kayaknya gak jadi deh beli bukunya, soalnya gak ada buku yang gue cari (ah alesan aja speak….speak..). “iya io gapapa”. Dan gak lama dari situ mereka pulang.
Berlanjut keesokan harinya mereka kembali berduaan setelah waktu jam istirahat, sebelumnya rio meminta saran kepada ari, sarannya itu gimana caranya ngungkapin perasaannya ke vivi, seperti biasa ari dengan isengnya becandain rio. “hahaha apaaan iio lo mau nyatain perasaan lo ma vivi, hahaha”. “huusshhss jangan kenceng** ARI gue kan malu kalo sampe ketauan ma anak** yang lain, bisa** di becandain entar gue sama anak** “. “kan gue Cuma minta saran janga lo ketawain gitu dong ri gue kan malu”, “yaudah entar lo istirahta ajak makan aja vivi dikantin io, bi situ lo nyatain deh perasaan lo, “. “ohh iya juga ya, thank’s ya ri”. Setelah jam istirahat tiba diajak lah vivi kekantin, ya niatnya si mau menyatakan cinta, hahaha.. setelah di kantin mereka asik berbincang bincang entah lupa atau mentalnya kurang siap rio tidak menyatakan perasaannya itu. Bel masuk pun tiba, dan ari menanyakan hasil yang di dapat saat ia nyatakan cintanya sama vivi. “gimana tadi io sukses, apa gak”. “ yah ri w tadi grogi banget, buat berkata kata aja susah, udah aja gue bikin suasana ga begitu tegang, eh malah ke asikan ngbrol abis itu bel masuk” jawabnya rio dengan nada yang sedikit kecewa. “yaudah kalo gitu pulang sekolah aja lo tembak”, “iya deh nanti gue coba ri”. Setelah itu bel pun berbunyi, dan waktunya rio beraksi. “ri gue duluan yah”, “sukses ya io”. Disatroni lah vivi ke kelasnya oleh rio, “vi pulang bareng yuk, “ dengan nada yang sedikit tersendat sendat. “ ohh yaudah kalo gitu”, kebetulan rumah mereka satu arah namun hanya sejauh 1KM saja arahnya. Didalam perjalanan mereka saling bercakap cakap, dan rio mempersiapkan mentalnya buat nyatain perasaannya sama vivi. Setelah lama menunggu mentalnya siap tanpa pikir panjang “vi maaf sebelumnya, gue dari semenjak kita deket gue mulai ngerasa ada yang beda, gue ngerasain perasaan yang indah, setelah gue pikir ternyata gue saying sama lo vi, apa lo mau jadi cewek gue vi” (yihaaaaa akhirnya ditembak juga tuh orang, hahaha…terima..terima…terima). dengan sangat terkejut, dan memang sudah lama juga vivi nunggu kata ini dari rio, sedikit bikin rio dag..dig..dug….duuuuaaaarrr hhehehe … vivi menjawab ya walau sebelum**nya vivi becandain rio terus, mungkin sakin tegangnya, rio memegang tangannya vivi dan berkata “vi aku serius, apa kamu mau jadi pacar aku”, gak bermaksud buat rio penasaran akhirnya vivi jawab “ maaf io gue ga bisa……” mereka berdua diem sejenak, suasana menjadi tak karuan dan sepi “maksudnya gak bisa nolak io”. “huuuuuuaaaaaahhhhhh” rio pun berteriakdengan gembiranya, dan dari situlah mereka menjalin asmara hingga SMA. Dari situ rio menjadi sedikit kendur dalam belajar.(ya namanya juga anak muda). Mungkin banyak yang gak nyangka anak sejail, seusil rio sewaktu di bangku SD bisa juga bersikap romantis pada wanita, ini membuktikan bahwa CINTA membuat orang menjadi beda [The power of love]. Ternyata setelah ia mengenal cinta sifat jail, usil dia kembali, namun kali ini versinya berbeda, meski ia usil, jail, buat orang jengkel, namun ia termasuk siswa cerdas dan berprestasi berbeda saat ia kecil, ini di buktiin waktu rio kelas 2 SMA, ia ikut lomba sains tingkat kota ia mampu masuk ke urutan 3 besar, bukan hanya prestasi tapi kini ia mempunya CINTA, karena ia belajar akan nilai yang terkandung pada cinta dan mengambil point positive . rio tahu betul apa yang ia lakukan sewaktu ia kecil, sewaktu ia mengenal cinta, sewaktu ia menurun belajarnya karena masa puber tapi semua itu bukan masalah untuk dia, karena ia mempunyai prinsip bahwa hidup hanya sekali jadi mesti sukses, dan rio pun kini bersiap-siap untuk menempuh jenjang kuliah karena kini ia seorang pelajar kelas 3 SMA.

Pesan rio untuk pembaca kisah : “meski kita mengalami hal yang baru tapi kita jangan lupa akan tujuan awal kita yaitu kesuksesan, meski awalnya saya jauh dari masa depan, dan masa saya dalam mengenal hal baru begitu membuat saya hampir melupakan masa depan tapi kini saya bisa melewati itu semua, jadi tidak ada alasan untuk tidak sukses.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar